Tampilkan postingan dengan label My Blog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Blog. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Januari 2016

Selamat dari Serudukan Truk

Sugandi menuturkan pengalamannya sebagai berikut. Suatu hari dia sedang melakukan kerja lapangan sebagai seorang kontraktir pengaspalan jalan di suatu tempat di jalan raya Bogor - Sukabumi. Letaknya tidak jauh dari kota Sukabumi, Jawa Barat. Suatu pagi dia bermaksud untuk istirahat sejenak. Untuk itu dia masuk kewarung kopi tempat biasanya dia datangi yang terletak di tepi jalan. dia memesan segelas kopi panas.

       Setelah gelas kopi itu berada di depannya, dengan tergesa - gesa dia tuangkan isinya ke atas piring tempat gelas itu berdiri. Padahal, dia menghirup kopi yang masih panas itu dengan terburu - buru. Panasnya air kopi sangat terasa menyengat rongga mulutnya.

       Dia heran kenapa meminum kopi dengan cara begitu. Biasanya, waktu minum kopi adalah waktu santai sambil mencicipi sedikit demi sedikit kopi yang tersedia di depannya. Namun waktu itu, dia selesaikan meminumnya dengan cepat, berdiri untuk membayarnya, pergi keluar warung itu, dia melihat pemilik warung membereskan gelas dan piring kopinya kedapur.

       Ketika berada di seberang jalan, sebuah truk penuh muatan keluar dari jalan raya dan langsung menabrak dan melindas rata warung yang baru saja ia tinggalkan. Warung itu rata dengan tanah. Dengan terperanjat dan terpengarah dia melihat kejadian itu.
Keluarlah ucapan "Astaghfirullah al-azim !" 
       Waktu itu dia segera sadar kenapa kalbunya berbisik untuk meminum kopi dengan tergesa - gesa dan meninggalkan warung itu. Dia pun merasa bersyukur pemilik warung memindahkan gelas bekas kopinya dan berjalan kedapur. karena itu, pemilik warung juga terhindar dari kecelakaan.

Tangan tuhan bekerja menyelamatkan hidupnya dan hidup pemilik warung. Dengan tiada henti - hentinya dia mengucap syukur dan pujian ke hadirat tuhan Yang Mahakuasa. Alhamdulillah, dia menuruti kalbunya yang berbisik untuk segera menghabiskan kopinya dan meninggalkan warung.

Sumber : Buku Dengarkan Hatimu Berbisik


Rabu, 18 November 2015

Resensi Novel



Kasus Tiga Mahasiswa


-Penulis                                           :  Sir Arthur Conan Doyle
-Penerjemah                                   : Linda Boentaram,Istiani   Prajoko,dan Rien Chaerani
-Penyunting                                     : Muthia Esfand
-Proof Reader                                 : Tim Redaksi Visimedia
-Pendesain sampul dan Penata letak : Nuruli Khotimah
-Gambar Sampul                             : Aminudin Hadinugroho
-Cetakan Pertama                           : November 2012
-Tebal Halaman                               : 302 halaman
-ISBN                                             : 979-065-108-2



Buku Ini secara garis besar bercerita tentang novel fiksi yang tokohnya adalah detektif yang bernama Sherlock Holmes sosok pertama yang memperkenalkan penggunaan kaca pembesar sebagai alat penyelidikan terutama dengan kepiawaiannya mengamati jejak sepatu, jejak ban, bekas darah, sisa racun,.dan tokoh satu lagi yang bernama Dr. John H. Watson memiliki dua peran unik yang digambarkan sebagai penyendiri yang tak punya teman sebagai asisten dalam menyelidiki kasus dokumenter dari kasus-kasus mereka tetapi cerita novel ini membuat si pembaca menjadi jeli dan bisa melatih pikiran analisis si pembaca novel






Kasus Tiga Mahasiswa dimulai saat Sherlock Holmes dan Dr. Watson saat mereka di sebuah kota yang terkenal akan Universitas St Luke,saat itu ketika dosen dari St Luke College. Mr. Hilton Soames, mengunjungi mereka dengan membawa kasus yang menarik. 
Soames adalah dosen yang membuat soal ujian untuk semester tahun ini.ketika ia meninggalkan ruang kerjanya selama satu jam dengan pintu terkunci. Ketika ia kembali, ia melihat bahwa asisten rumah tangganya yang bernama Bannister, ingin memasuki ruang kerjanya tanpa disengaja bannister meninggalkan kunci pintu tersebut di  tempat kunci ketika dia pergi,akan tetapi pintu itu terbuka dan seseorang telah mencuri kertas ujian di meja kerja Soames dan meninggalkan jejak. 

Bannister hancur dan runtuh di kursi, tapi bersumpah bahwa ia tidak menyentuh kertas soal ujian tersebut. Soames menemukan temukan petunjuk lain di kantornya seperti: serutan pensil, pensil patah, potongan kayu yang masih baru di permukaan mejanya, dan gumpalan kecil dari tanah liat hitam berbintik dengan serbuk gergaji.

Soames ingin men
cari tahu pencuri tersebut dan mencegah dia mendapatkan nilai tinggi dengan cara curang, karena ujian tersebut untuk beasiswa yang cukup besar. Tiga siswa yang akan mengikuti ujian tinggal di atas di gedung yang sama. Pertama, Giles Gilchrist, adalah atletik, menjadi pelari dan rajin (berbeda dengan ayahnya yang menyia-nyiakan kekayaannya di balap kuda) kedua Daulat Ras, digambarkan sebagai tenang dan metodis yang ketiga adalah Miles McLaren, seorang pria berbakat tapi benar-benar tidak bermoral dan selalu berjudi.

Holmes memeriksa kantor.
”Pencuri jelas mengambil kertas-kertas itu satu per satu lalu ke jendela sementara itu pencuri tersebut dibantu oleh seseorang untuk melihat situasi sehingga mereka bisa melihat Soames kembali, tapi seperti yang terjadi, Soames tidak kembali dengan cara yang biasa. Sebuah pintu terdekat mengarah ke kamar tidur Soames ini. Setelah memeriksa itu, Holmes menemukan, mirip, serbuk gergaji-berbintik gumpalan lain tanah liat. Dia stuns Soames dengan mengatakan kepadanya bahwa penipu, setelah mendengar pendekatannya, bersembunyi di kamar tidur Soames ini. Dia ada di sana, bersembunyi di balik tirai, semua waktu yang Soames mempertanyakan Bannister.

Keesokan paginya, Holmes dan Watson kembali ke kantor Soames
. Holmes menghadapi Bannister yang ia percaya tidak memberitahu semua dia tahu. Bannister tidak akan sendiri sampai apa-apa, dan menegaskan bahwa tidak ada seorang pun di kantor Soames sementara dia ada di sana. Holmes, namun, mengirimkan untuk Gilchrist.

Pencuri adalah seseorang yang tahu bukti ujian berada di sana. Ini hanya bisa Gilchrist karena keberadaan bukti 'telah dirahasiakan, dan Gilchrist adalah satu-satunya cukup tinggi untuk melihat melalui jendela Soames untuk melihat mejanya. Holmes juga telah mengidentifikasi gumpalan sebagai tanah liat khusus yang ditemukan di lubang lama-lompat, lanjut melibatkan Gilchrist.

Gilchrist mengungkapkan rasa bersalahnya dengan menghina Bannister untuk pengkhianatan jelas nya. Bannister memang orang yang tertutup untuk Gilchrist. Ia merasa bahwa ia harus, demi masa lalu: Bannister pernah jadi asisten ayahnya Gilchrist akan tetapi bannister pernah menghianati ayahnya.

Holmes kemudian menjelaskan petunjuk yang tersisa. Goresan di meja itu disebabkan oleh berduri sepatu melompat Gilchrist saat ia meraih mereka dengan tergesa-gesa, dan gumpalan tanah liat jatuh dari sepatunya. Telah runtuh Bannister di kursi untuk menyembunyikan sarung Gilchrist, yang ia melihat telah ditinggalkan di kursi. Sementara itu,Bannister dengan meyakinkan dia untuk tidak mendapatkan keuntungan dari kelakuan buruk, dan me
mberitahukan Soames dengan surat yang menyatakan keinginannya untuk tidak ikut ujian, tetapi menerima tawaran di Afrika Selatan untuk Kepolisian Rhodesia.

Mungkin dari cerita Novel ini lebih enaknya bahas keunggulannya dulu okee
          Dari cerita novel ini saat dibaca mulai terjadinya kasus hingga terpecahkannya kasus bikin penasaran dan tidak bosen karena anda akan diajak oleh cerita ini untuk bisa menganalisi siapa pelaku pencuri yang mencuri soal ujian dari 3 mahasiswa yang memiliki ciri-ciri dan karakter yang berbeda apalagi anda akan tercenang dengan kalimat quotes dari Mr.Hilton Soames”Kebijaksanaan sama Terkenalnya dengan Kekuatan”

Kekurangannya mungkin dari segi kalimat bagi saya yang sudah terbiasa dengan cerita novel fiktif dengan analisis yang rumit dan sangat detail sudah biasa akan tetapi bagi pembaca baru yang membaca analisis seperti penyelidikan yang mengandung ilmu forensik pasti kesulitan dalam mencerna cerita tersebut.


Kalo menurut saran saya bahasa yang digunakan saat penalaran analisis penyelidikan jangan terlalu kaku agar tidak membosankan dan mudah dicerna untuk para pembaca baru novel Sherlock holmes, Membaca kisah Sherlock Holmes meningkatkan kejelian dan analisa dalam menilai suatu masalah yang dihadapi setiap individu maupun kelompok masyarakat.


Kamis, 29 Oktober 2015

Liburan Pantai Cipatujah

          


Saat liburan idul fitri enaknya liburan ke pantai bersama keluarga apalagi ke wisata pantai cipatujah. Pantai Cipatujah merupakan pantai berkarang yang kaya akan terumbu-terumbu untuk ikan-ikan bertelur dan berkembang biak. Pantai ini merupakan pantai terlebar dan terpanjang di kawasan Pantai Selatan, serta menawarkan pasir besi yang sangat baik untuk berjemur dan melakukan aktivitasi rekreasi pantai lainnya. Keindahan Pantai Cipatujah terlihat dari perpaduan hamparan pantai yang landai, gelombang laut yang besar, perkebunan kelapa yang subur, serta hamparan rumput yang luas.
           Fasilitas yang ada di pantai Cipatujah juga cukup memadai dan lengkap,antara lain: Kios Wisata, Penginapan, Pondok Wisata, Warung-warung makanan dan minuman, Tempat Botram, Panggung Hiburan, Balawista, Gazebo dan Tempat Parkir yang luas. Pergi ke Cipatujah tak lengkap rasanya kalau tak membawa serta keluarga tercinta karena memang banyak pendatang yang seakan menjadikan wisatanya ke Pantai Cipatujah selain menikmati nuansa pantai dengan deburan ombaknya yang besar juga sekadar makan bersama di tepi pantai bersama sanak-keluarga tercinta.
       Untuk lokasi perjalanan dari pusat kota Tasikmalaya ke pantai cipatujah,kurang lebih 74 km ke arah selatan dari pusat kota Tasikmalaya Desa Cipatujah, Kecamatan Cipatujah Koordinat : 7°44,859'S 108°0,634'E.

Jumat, 03 April 2015

Ucapan dan Ejaan Kalimat

UCAPAN
   
-Bahasa Indonesia bagi sebagian besar penuturnya adalah bahasa kedua.
Para penutur yang berbahasa Indonesia, bahasa Indonesia mereka terpengaruh
oleh bahasa daerah yang telah mereka kuasai sebelumnya. Pengaruh itu dapat
berkenaan dengan semua aspek ketatabahasaan. Pengaruh yang sangat jelas ialah
dalam bidang ucapan. Pengaruh dalam ucapan itu sulit dihindarkan dan menjadi
ciri yang membedakan ucapan penutur bahasa Indonesia dari daerah satu dengan
daerah yang lain. Sering dengan mudah kita dapat menentukan daerah asal
seorang penutur berdasarkan ucapan bahasa Indonesianya.

  Ejaan 

-Pengantar Ejaan penting sekali artinya dalam  kaitannya dengan penggunaan bahasa
Indonesia produktif tulis. Dalam tulis-menulis orang tidak hanya dituntut untuk
dapat menyusun kalimat dengan baik, memilih kata yang tepat, melainkan juga
mengeja kata-kata dan kalimat tersebut sesuai dengan ejaan yang berlaku. Dalam
surat-surat pribadi dan kalimat catatan harian misalnya, ketaatan dalam EYD tidak
mutlak. Dalam karangan ilmiah, dalam makalah, dan dalam surat-surat perjanjian,
kaidah ejaan harus betul-betul ditaati. 
 Penulisan Huruf 

 A.Huruf Kapital
Sudah kita ketahui bahwa huruf kapital digunakan untuk mengawali kalimat yang baru. Di samping itu huruf kapital juga digunakan sebagai huruf awal pada nama diri. Ucapan langsung juga diawali dengan huruf kapital.
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama yang berhubungan dengan nama Tuhan dan Kitab suci. Untuk Tuhan kata gantinya pun ditulis dengan huruf kapital.

Contoh:               a.Semoga Dia tidak melupakan hamba-Nya
                           b.Hanya Engkaulah yang kami sembah.

Dalam kaitanya dengan nama diri, gelar kehormatan, keturunan, atau kagamaan, juga ditulis dengan huruf kapital.

Contoh:             a.  Nabi Ibrahim
                         b.  Haji Agus Salim
                         c.  Sultan Hasanudin

Tentu saja terpisah dari nama diri, dalam pengertian umum, huruf-huruf tersebut ditulis dengan huruf kecil.
Contoh:              a. Dia baru saja diangkat menjadi sultan
                          b. Tahun ini dia pergi naik haji.

Nama jabatan juga ditulis diawal dengan huruf kapital apabila dikaitkan dengan nama instansi atau nama daerah sebagai pengganti nama diri.

Contoh:              a  Gubernur DKI Jakarta
                          b. Rektor Universitas Gunadarma

Nama diri atau nama lembaga yang terdiri atas beberapa kata, kata-kata tersebut diawali dengan huruf kapital kecuali apabila kata tersebut berupa kata tegas.
Contoh :   Amir Hamzah, Halim Perdana Kusuma, Sapardi Djoko Damono
Nama lembaga contohnya :                     a. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
                                                              b. Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma
                                                              c. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa
Kata-kata yang menunjukkan hubungan kekerabatan, seperti bapak, ibu, saudara, paman, huruf awalnya ditulis dengan huruf kapital, apabila digunakan sebagai kata sapaan atau kata yang digunakan untuk menyebut lawan bicara.
Kata “anda”yang dalam Pedoman Ejaan yang Disempurnakan terbitan yang lama cukup ditulis dengan huruf kecil dalam edisi tahun 1988 ditetapkan harus diawali dengan huruf kapital. Perlu dijelaskan bahwa kata anda bukanlah kata sapaan melainkan betul-betul merupakan kata ganti seperti halnya kamu dan engkau. Jadi dengan ditetapkanya penulisan “Anda” yang diawali dengan huruf kapital tidak ada lagi kata “Anda” yang diawali dengan huruf kecil.

Kemudian kata-kata yang digunakan dalam pengertian khusus harus ditulis dengan huruf kapital, sedangkan kata-kata dengan pengertian umum ditulis dengan huruf kecil. Kata presiden, gubernur, universitas, atau fakultas misalnya, dalam pengertian umum ditulis dengan huruf kecil.
Contoh:          a.Suatu negara yang berbentuk republik itu dikepalai oleh seorang presiden.
            b.Suatu provinsi dikepalai oleh seorang gubernur

Dalam pengertian khusus kata-kata tersebut diawali dengan huruf kapital.
Misalnya:            a.Presiden Republik Indonesia akan melawat ke luar negri.
b.Ia diterima menjadi mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma tahun kuliah 2003/2004.
Nama diri yang kemudian menjadi nama jenis, tidak perlu ditulis dengan huruf kapital.
Contoh:              a.Ayah membeli mesin diesel.
                          b.Adik gemar sekali pisang ambon
                          c.Berapa harga seikat rambutan aceh?
                          d.Ibu membeli garam inggris.
Nama diri yang biasanya diawali huruf kapital itu juga ditulis dengan huruf kecil apabila diapit dengan awalan atau akhiran.
Contoh:               a.Ucapan keinggris-inggrisan.
b.Masalah-masalah ketuhanan jangan dicampuradukkan dengan masalah-masalah keduniaan.

      B.Huruf Tebal dan Huruf miring
Apabila ditulis dengan tangan kata-kata yang merupakan judul buku ini harus diberi garis bawah.
Contoh:               a.Tata Bahasa Baku Indonesia
                           b.Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan
 Contoh penulisan nama majalah:
                           a.Pengajaran Bahasa dan Sastra
                           b.Pembinaan Bahasa Indonesia
                           c.Hukum dan Keadilan
Judul naskah yang belum diterbitkan sebagai buku seperti naskah skripsi, tesis, atau disertai cukup ditulis dalam tanda petik (“___”)
Contoh:               a.“Ejaan yang Benar dalam bahasa Indonesia “.
                           b.“Frase Nomina dalam bahasa Indonesia”.
Judul-judul tersebut kalau dicetak  ditulis dengan huruf miring.
Contoh:               a.“Ejaan yang Benar dalam bahasa Indonesia “.
                           b.“Frase Bilangan dalam bahasa Indonesia”.
Judul karangan yang dimuat dalam majalah atau dalam buku kumpulan karangan, atau judul satu bab dari suatu buku yang harus ditulis dengan huruf miring, kalau diketik atau ditulis tangan di antara tanda petik.
Contoh:          a.  Karangan Djoko Kencono yang berjudul “Penyempurnaan Ejaan Bahasa Indonesia” dimuat dalam buku Bahasa dan Kesustraan Indonesia sebagai Cermin Manusia IndonesiaBaru.
Huruf miring juga dipergunakan untuk menegaskan atau mengkhususkan kata, bagian kata atau kelompok kata.
Contoh:               a.Huruf pertama kata abad adalah a.
                           b.Dia bukan menipu tetapi ditipu (“me-“ dan “di-“ ditulis miring)
                           c.Yang saya maksudkan prestasi bukan prestise.
                           d.Buatlah kalimat-kalimat dengan kata berlepas tangan.
Huruf miring juga digunakan untuk menuliskan nama ilmiah atau ungkapan asing yang belum disesuaikan ejaannya.
Contoh:               a.Nama ilmiah buah manggis ialah carcinia mongostana
                           b.Politik devide et impera pernah merajalela di negri ini.


Tanda Baca
         A. TANDA TITIK (.)
Sudah kita ketahui tanda titik dipakai untuk menandai berakhirnya kalimat. Di samping itu tanda titik juga digunakan sesudah nomor bab atau subbab atau bagian dari subbab. Penomoran bab atau subbab yang menggunakan sistem persepuluh pada angka terakhir tidak disertai titik untuk menghemat tempat.
Singkatannya yang terdiri dari huruf-huruf kapital, seperti SMP, SMA, ABRI tidak menggunakan titik. Singkatan dengan huruf kapital yang merupakan gelar yang diletakkan di belakang nama tetap menggunakan titik di belakang tanda koma tersebut.
Contoh:     Dr. Dharma Tintri, Izzati Amperaningrum SE. MM singkatan yang  menggunakan huruf kecil menggunakan titik. 
Misalnya:  a. atas nama                     a.n.
                           b.untuk beliau                  u.b.
                           c.dan sebagainya dsb.
         Yang perlu diperhatikan adalah kapan seharusnya titik tidak digunakan. Kesalahan yang sering terjadi ialah digunakan titik pada tempat yang seharusnya tidak menggunakan titik. Judul bab atau judul bagian subbab perlu menggunakan titik apabila judul itu langsung diikuti uraian yang dimulai dengan baris yang sama dengan judul subbab atau judul bagian subbab tersebut.
Alamat surat, baik alamat pengirim ataupun alamat yang dituju, juga tidak menggunakan titik karena alamat tersebut tidak merupakan kalimat. Tanda titik juga tidak dipakai pada singkatan-singkatan yang berkenaan dengan ukuran atau timbangan, seperti  Rp (rupiah), kg (kilo gram), m (meter), lt (liter) dan sebagainya. Tanda titik juga digunakan dalam daftar pustaka yang rujukanya menggunakan sistem rujukan tahun dan halaman. Karangan yang menggunakan rujukan pengarang atau penyuting, antara judul buku dan kota penerbit.
Contoh: Alisyahbana, Sutan Takdir. 1949. Tata Bahasa Baru Indonesia. Jakarta: Pustaka Rakyat.

         B. TANDA KOMA(,)

  Koma digunakan untuk menandai adanya jeda atau kesenyapan antara dalam suatu kalimat. Tanda koma sering digunakan setelah seruan, seperti: ah, wah, aduh, ya, hai, dan sebagainya. Juga sesudah kata-kata seperti meskipun begitu, jadi, namun demikian, oleh karena itu, maka dari itu. Tanda koma juga digunakan dalam kalimat majemuk yang anak kalimatnya mendahului induk kalimatnya.
Contoh:               A.Meskipun hujan, ia pergi juga ke kantor,
                           B.Karena sakit, ia tidak jadi pergi ke Jakarta
Tanda koma digunakan juga untuk memisahkan dua kalimat yang setara yang dihubungkan dengan kata  tetapi, atau, melainkan.
Contoh:               A.Orang itu kaya, tetapi tidak kikir
                           B.Yang sudah lulus bukan dia, melainkan adiknya
Tanda koma juga digunakan untuk membatasi unsur-unsur dalam suatu perincian.
Contoh:        A.Jurusan-jurusan dalam Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma ialah Jurusan  Akuntansi, dan Jurusan Manajemen.
Yang harus diperhatikan ialah sebelum dan masih digunakan tanda koma.

Tanda koma juga digunakan dalam rujukan kurung atau dalam rujukan tahun dan halaman, untuk membatasi nama akhir pengarang dengan tahun penerbit.

Contoh: Kalimat ialah satuan kumpulan yang mengandung arti penuh (Alisyahbana, 1953 :20)
Tanda koma juga digunakan untuk membatasi kata-kata dalam kalimat petikan langsung.

Contoh:               A.Ibu berkata, “Ayahmu belum pulang”.
B.“Saya gembira sekali”, kata Pak lurah, “desa kita menjadi juara pertama”.

Tanda koma sering digunakan untuk mengapit atau menyisipkan keterangan tambahan.
Contoh: pemuda itu, yang bertahun-tahun merantau, sudah pulang ke desanya.
Tanda koma juga dipakai di antara nama dan alamat, bagian-bagian alamat, dan di antara nama tempat dan wilayah suatu negara yang ditulis secara beruntun.
Contoh:   Yth. DR. Aries Budi Setyawan. , Dosen Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma,   Jakarta
Seperti yang sudah disebutkan di atas, maka koma juga digunakan untuk membatasi nama dan gelar yang terletak di belakang nama, jumlah rupiah, ketip dan sen, antara satuan dan persepuluh.
Contoh:               Prof. Dr. Dali S. Naga.
                           Rp1.250,50
                           Nilainya 7,5
         C. TITIK KOMA(;)
Tanda titik koma digunakan juga untuk memisahkan kalimat-kalimat dalam suatu perincian.
Contoh:  Dalam kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan teirma kasih  yang     sebesar- besarnya kepada:
1.      Bapak DR. Aries Budi Setyawan dan Ibu Masodah SE. MM sebagai pembimbing 1 dan pembimbing 2, yang dengan penuh kesabaran telah memberikan petunjuk dan nasihat-nasihatnya;
2.      Ibu Izzati Amperaningrum SE. MM , dosen wali penulis yang telah banyak memberikan bimbingan selama penulis belajar di Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma;
3.      Ir. Arjuna, pacar penulis yang dengan setia mendampingi penulis menyelesaikan skripsi ini.
Dalam surat-surat keputusan tanda titik koma banyak digunakan untuk membatasi kalimat-kalimat yang merupakan bagian dari konsideransi dan bagian dari isi putusan itu sendiri.
     Contoh:    Mengingat bahwa        1……………….;
                                                        2……………….;
                                                        3……………….;
                      Membimbing              1……………….;
                                                        2……………….;
                                                        3……………….;
                     Memutuskan                1……………….;
                                                        2……………….;
                                                        3……………….;

         D. TITIK DUA(:)
 Tanda titik dua dipakai akhir suatu pernyataan yang lengkap dan diikuti oleh rangkaian atau perincian.
Contoh :    Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma mempunyai dua jurusan: Jurusan Akuntansi dan Jurusan Manajemen.

       Titik dua juga digunakan pada kata-kata misalnya, contohnya, dan sebagai berikut yang diikuti perinciaan.
         Tanda titik dua juga digunakan untuk pemerian yang berbentuk formula, misalnya pemerian suatu organisasi sebagai berikut:
         Ketua             :   Meilani              
         Sekretaris       :   Lies Handrijaningsih                         
         Bendahara      :  Sri Kurniasih Agustin                      
                Juga dalam surat- surat undangan yang menyebutkan hari/tanggal, pukul, tempat, dan cara dalam bentuk  formula berikut:
         Dengan Hormat,
        Kami mengharapkan kehadiran Bapak/Ibu/Saudara dalam suatu rapat pengurus
        Yang akan kita selenggarakan pada:
        Hari/tanggal        :  Senin, 25 Juli 2005
        Pukul                  :  10.30
        Tempat               :  Di Gedung 5 Lantai 1 Depok                
                                       Jl. Margonda Raya 100 Pondok Cina -Depok .
        Dengan acara      :  Penyusunan Rencana Kegiatan Akademis.
Apabila uraian diatas tidak disusun dengan formula seperti tersebut diatas, tanda titik dua tidak perlu dipergunakan.

          E. TANDA PETIK (“- “ )
              Di atas disebutkan bahwa yang ditulis dengan tanda petik dalam tulisan atau ketikan biasanya dicetak dengan huruf miring. Penggunaan tanda petik dalam petikan langsung tidak dicetak dengan huruf miring, melainkan tetap dicetak dengan suatu majalah pun tanda petik itu tetap digunakan. Dalam karangan tercetak tanda petik juga digunakan untuk menandai kata-kata yang tidak digunakan dalam arti yang sebenarnya. Misalnya : Itu dia “pahlawan” kita datang. 

          F. TANDA HUBUNG (-)
Tanda hubung digunakan untuk menghubungkan kata-kata yang diulang seperti meja-meja , berjalan-jalan, buah-buahan.
Tanda hubung digunakan apabila huruf-huruf dirangkaikan dengan bilangan, huruf kecil, atau huruf kecil yang dirangkaikan dengan huruf kapital.
         Contoh:  A.Abad ke-20
                       B. Tuhan selalu melindungi hamba-nya
                       C, Ijazah SMA-nya hilang.
Tanda hubung juga digunakan untuk membatasi tanggal, bulan, dan tahun apabila semuanya ditulis dengan angka.
Contoh: A.Jakarta, 27-11-2005
Tanda hubung juga digunakan untuk menghubungkan awalan atau akhiran dalam bahasa Indonesia yang dirangkaikan dengan kata dasar asing.
Contoh: A.Di-smash , pen-tackle-an
Tanda hubung juga digunakan untuk mendai hubungan kata-kata dalam kelompok kata agar tidak menimbulkan tafsiran yang tidak dikehendaki.
Contoh: A.Istri pejabat yang nakal itu.
Untuk menjelaskan bahwa yang nakal itu adalah istri pejabat maka antara istri dan pejabat perlu diberi tanda hubung . Kalau yang nakal itu pejabat maka yang diberi tanda hubung antara yang nakal dan pejabat . (istri-pejabat yang nakal itu. Istri pejabat-yang nakal itu)

 Sumber referensi :
  • wahyu.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/.../BAB3.
  • http://www.academia.edu/9871122/Ucapan_dan_Ejaa
  • http://kamuslife.com/2011/11/jenis-jenis-tanda-baca-dan-fungsi-tanda-baca-ortografi-dalam-kamus-besar-bahasa-indonesia.html
  • http://edigunawan01.blogspot.com/2013/04/ucapan-dan-ejaan-bahasa-indonesia.html